Perbaiki Tren Usaha Kecil Menengah Lebih Maju

Perbaiki Tren Usaha Kecil Menengah Lebih Maju

Membuka serta mengelola usaha kecil dan menengah saat ini telah menjadi tren yang cukup terlihat di masyarakat, baik dilakukan oleh mereka yang berprofesi memang sebagai pedagang, maupun mereka yang menjadikannya sebagai frofesi sambilan karena juga masih bekerja di tempat lain.

Mungkin sahabat yang membaca catatan ini juga termasuk salah satu pelaku usaha kecil dan menengah tersebut? Atau sedang mempersiapkan diri untuk ikut terjun dan bersaing dalam rimba bisnis yang berlabel UKM yang sedang menjadi tren saat ini. Baiklah mungkin ada baiknya kita sama-sama mencoba menganalisa apa saja yang menjadi tren penghambat berkembangnya usaha kecil dan menengah ini, agar rencana dan bisnis yang kita kelola bisa menjadikannya pedoman referensi yang bermanfaat.

tren-usaha-kecil
TREND PENGHAMBAT USAHA KECIL

Baiklah sahabat usahawan, inilah tren yang umumnya menjadi penghambat usaha kecil dan menengah untuk dapat bertahan apalagi mampu maju dan berkembang dengan baik, diantaranya ada 7 tren yang dapat kita ketahui dan uraikan yaitu :

Baca Juga : Mengetahui Kesalahan Dan Keluar Dari Kesulitan mengembangkan Usaha

1. Tradisional & Minim Promosi
Sebagian usaha kecil dan menengah masih bersifat tradisional, dari tata kelola sampai pemasarannya masih berjalan pada track yang disebut dengan tradisional. Sehingga pola-pola tradisional tersebut menyebabkan cara promosi yang ketinggalan jaman di era digital saat ini. Ketahuilah sahabat bisnis, bahwa pengelolaan moderen pada umumnya akan memudahkan proses produksi dan mampu menghasilkan biaya produksi yang rendah dengan kualitas yang lebih baik.

Sedang promosi berpengaruh pada penguasaan pasar yang lebih luas dan dikemas dengan lebih menarik, sehingga hasil produksi yang besar akan mampu lebih diserap oleh pasar yang lebih luas. Catatan kita disini, jika masih mempertahankan cara tradisional akan mampukah kita bertahan apalagi mampu bersaing. Kalau ya mampu! bayangkan untuk berapa lama?

2. Kesulitan Permodalan & Finansial
Tren permasalahan klasik yang umum kita dapati, adalah kesulitan permodalan dan finansial. Tren inilah yang banyak menghambat sahabat usahawan untuk bisa lebih memajukan dan meningkatkan status bisnis-nya. Tanpa modal investasi dan hanya didukung oleh modal kerja yang terbatas, maka sahabat usahawan hanya berputar-putar seperti pada point 1 diatas.

Untuk itu, coba mulailah mencari tahu sumber sumber permodalan yang kemungkinan dapat di jadikan referensi dan pegangan untuk di upayakan. Kurangnya pengetahuan dan pencarian informasi tentu saja akan banyak mendapati informasi yang menyesatkan diluar sana. Ketahuilah sahabat usahawan, banyak peluang dan kemudahan permodalan yang bisa di upayakan untuk mengembangkan bisnis jika pelakunya kompeten dan gesit.

baca Juga : 4 Dasar Kemampuan Sukses memulai dan Mengelola Bisnis

3. Minim Tata kelola Administrasi
Tren dan label tradisional sering diikuti dengan kebiasaan minimnya tata kelola administrasi, tidak ada pencatatan, perhitungan yang kira-kira, campur aduk antara finansial pribadi dan usaha menjadi tren yang cukup banyak di kalangan usaha kecil dan menengah ini.

Bagaimana mau menghitung nilai produksi, menetapkan harga jual, hingga berapa nilai keuntungan atau kerugian yang menjadi gambaran kondisi sebuah bisnis. Tren Minim tata kelola administrasi inilah yang umumnya menjadi penghambat utama pada catatan nomer 2. tren ini berakibat tidak ada yang dapat di presentasikan apalagi menjadi proposal pengajuan permodalan.

Berbagi disini :

Laman: 1 2